(Anissa dan Chaca)
Untuk sesi pertama tema yang kami ambil adalah belajar tentang sampah Organik dan Non Organik. Semua anak di bagi kedalam beberapa kelompok lalu mereka di haruskan untuk mengambil sampah di sekitar Rumah tawon. " 3..2..1..Mulai". Mendengar itu semua anak berhamburan mencari sampah, mereka sangat semangat dan tidak ada yang bermalas - malasan.
Pada saat itu juga, ada satu anak bernama siti, saya baru mengenalnya hari itu. Dia menangis, lalu saya mendatanginya dan mencoba menenangkan nya. Saya bertanya mengapa menangis. Siti pertama tidak mau menjawab hingga saudaranya Sabrina yang menceritakannya kepada saya. Siti menangis karena di olok - olok oleh temannya karena dia kelupaan bahwa ia sedang puasa, tapi mau mencoba untuk kembali puasa. Saya mencoba memberikan masukan, bahwa batal puasa karena lupa itu bukan kesalahan dia, tapi akan menjadi pahala bila dia belajar dari kesalahan. Saya memang non muslim tapi saya ingin ikut membantu menenagkan siti dan menjelaskannya. "Siti, kalau kamu dijahatin sama temen, dosanya kan di temen kamu, bukan kamu, kamu yang dapet pahala kalo mau maafin dia, ok?", Siti mengagguk membuat saya lega melihat dia menurut. Saya terkesan anak seumuran siti ini, bisa menangis hanya karena lupa puasa. Bagaimana dengan anak seumuran saya yang mungkin malas berpuasa?
(Siti setelah tenang)
Lucunya membuat siti lupa kejadian tadi adalah dengan mengajarkannya bahasa inggris, dia tenang karena berfikir. Kadang belajar lha yang membuat kita lupa masalah sendiri.
Setelah Lelah mencari, kami menjelaskan kepada anak - anak perbedaan sampah organik dan non organik. Luar biasanya mereka masih bisa membedakannya, beberapa ada yang lupa tetapi langsung ingat saat melihat sampah plastik dan sampah daun. Sampah yang sudah mereka kumpulkan tadi akhirnya dibuat perlombaan oleh kami. Tim mana yang bisa menyelesaikan misi dimana mereka harus memisahkan sampah organik dan non organik dalam 1 menit akan menang.
Semua Tim berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikannya. Kerennya lagi anak - anak kecilpun ikut berkerja membantu anak - anak yang agak cukup besar yang lebih mengerti. Tidak ada satupun dari mereka yang terlihat lelah bermain. Selalu saja bermunculan anak - anak baru tiba - tiba datang ikut bermain atau menonton.
Setelah bermain sambil belajar, kami melepas lelah lagi dengan bermain permainan lain. Peraturan permainan ini adalah, tiap tim harus bisa membuat barisan paling panjang, dengan menggunakan media yang di pilih oleh kakak timnya, yaitu kami sendiri. Kelompok dipilih secara acak terdiri dari anak kecil hingga dewasa. Saat permainan dimulai, semua anak - anak dengan antusias menarik barang untuk membuat barisan paling panjang diantara mereka.
Setelah bermain sambil belajar, kami melepas lelah lagi dengan bermain permainan lain. Peraturan permainan ini adalah, tiap tim harus bisa membuat barisan paling panjang, dengan menggunakan media yang di pilih oleh kakak timnya, yaitu kami sendiri. Kelompok dipilih secara acak terdiri dari anak kecil hingga dewasa. Saat permainan dimulai, semua anak - anak dengan antusias menarik barang untuk membuat barisan paling panjang diantara mereka.
Peraturan yang lain adalah, rantai yang telah mereka buat tidak boleh lepas. Misalnya baju terobek atau putus. Mereka saling berteriak ke Teman lainnya untuk tidak terlalu menarik alat yang mereka gunakan agar tidak putus. Setelah dihitung panjangnya kelompok 3 lah juara pertamanya.
Tim yang kalah hukumannya ada Chicken Dance! (mirip FEP binus)
Setelah bermain seharian penuh, kami memutuskan untuk beristirahat dan membagikan makanan kepada anak - anak sekalian ingin berpamitan.
Setelah berbagi makanan, kami berdoa di akhir sebelum pulang. Sampai bertemu di hari berikutnya :)
1701289505
28 Mei 2015


No comments:
Post a Comment